Saya berpikir.. maka saya ada
Saya berucap.. maka saya nyata
Saya bertindak.. maka saya berguna
Antya P. Widita - Jakarta, 21 Juli 2008
Kutipan ini gw tulis juga di shout-out friendster gw disini
Saya berpikir.. maka saya ada
Saya berucap.. maka saya nyata
Saya bertindak.. maka saya berguna
Antya P. Widita - Jakarta, 21 Juli 2008
Kutipan ini gw tulis juga di shout-out friendster gw disini
Posted in katakakuku | Tagged indonesian | 2 Comments »
Resminya sih minggu kemarin tanggal 18-Juli, nggak terasa udah sebulan sejak peluncuran perdana blog katakatakukakukaku. Prestasinya baru se-uprit: ada 8 posts, 9 comments, dan 371 hits sampai saat tulisan ini dibuat.
Kalau dirata-rata dalam sebulan 30 hari, berarti ada 1 post baru setiap 3.75 hari dan ada 12.4 orang yang meng-klik blog gw ini setiap harinya. Lumayan lah, masih untung ada yg mau baca tulisan gw..
Continue Reading »
Posted in katakakuku | Tagged indonesian | Leave a Comment »
Hari ini entah kenapa gw sangat pendiam, cenderung nggak tertarik pada apapun atau siapapun. Kerja seadanya, ngobrol sekenanya, aktivitas semampunya, intinya nggak punya motivasi untuk berbuat sesuatu yg lebih. Apa karena ini hari senin? Jadi ada semacam masa transisi dari hari liburan weekend ke hari kerja lagi. Apalagi minggu malem tadi abis ke kondangannya Weko – Fara, dan reunian lagi sama anak-anak angkatan gw yang gokil-gokil tapi cerdas-cerdas, yang perilakunya begajulan kayak anak kecil (gak inget sama umur) kalo lagi ngumpul, hehehe…
Gw emang kadang-kadang kayak gitu, sangat pendiam, tapi kadang-kadang juga bawel banget seharian. Orang bilangnya moody, gak jelas suasana hati nya, cenderung berubah-ubah seenaknya. Jadi orang-orang lain, terutama yg belum kenal, nganggep gw pendiam (pas lagi diem) atau bawel (pas lagi gak bisa diem). Seru juga sebenernya punya kepribadian “ganda” kayak gini, kesannya jadi misterius gemanaaaaa geto loohhh…. :-P Continue Reading »
Posted in katakakuku | Tagged indonesian | 11 Comments »
We Create What We Want
We get what we want, or what we don’t refuse. We accept the fact that we will always have poor people around us, and that poverty is part of human destiny. This is precisely why we continue to have poor people around us. If we firmly believe that poverty is unacceptable to us, and that it should not belong to a civilized society, we would have built appropriate institutions and policies to create a poverty-free world.
We wanted to go to the moon, so we went there. We achieve what we want to achieve. If we are not achieving something, it is because we have not put our minds to it. We create what we want.
What we want and how we get to it depends on our mindsets. It is extremely difficult to change mindsets once they are formed. We create the world in accordance with our mindset. We need to invent ways to change our perspective continually and reconfigure our mindset quickly as new knowledge emerges. We can reconfigure our world if we can reconfigure our mindset.
Muhammad Yunus – Nobel Lecture, Oslo, December 10, 2006.
Read more of his very inspiring 2006 Nobel Peace Prize Lecture here
Posted in international | Tagged english | Leave a Comment »
Bukan kok.. bukan cerita tentang Euro 2008 atau tentang prediksi piala dunia 2034 ntar, hehe…
Karena gak ada bola malem ini jd gak perlu tidur cepet, gw iseng-iseng baca majalah Business Week edisi 25 Juni 08 yg baru kemaren beli di Carrefour (beli majalah kok di sini ya?) buat pengantar tidur, eh.. malah nemu artikel menarik. Judul Indonesia nya “Premanisme Ala Rusia”.
Menurut gw menarik, karena ternyata gak cuma di Indonesia aja ternyata yg penegakan hukumnya carut-marut, bahkan di negara sekelas Rusia pun sama aja. “Preman” disini adalah polisi, pejabat, n hakim yg biasa dibayar sama pengusaha untuk menghancurkan saingan-saingannya. Caranya gimana? Perusahaan target digrebek paksa dengan alasan penggelapan pajak atau semacamnya lah, dokumen-dokumen penting & rahasia nya disita, trus dari situ baru dibangun kasusnya. Continue Reading »
Posted in international | Tagged indonesian | Leave a Comment »